Rabu, 15 Mei 2013

Who am I? (part 2)

Yah akhirnya saya memposting who am i part dua, udah pada penasaran? HAHA engga juga gak papa :p Di part 1 aku cerita sampai kelahiranku, jadi dilanjutin aja kali yaa..

Masa Taman Kanak-kanak
Aku yang notabene anak tunggal, gapunya temen di rumah, ortu sibuk kerja (nada miris) bosen banget main sendiri mulu saat itu, akhirnya aku minta ke ortu buat sekolah *rajin* . Padahal saat itu aku baru umur 2 tahun 3 bulan (berdasarkan pengakuan ibu saya) Nah, susah deh dapet TK dengan umur segitu dan saat itu belum ada playground di Malang, jadi aku dititipin di TK dekat rumah budheku *skip it* Tak lama aku memilih pindah ke TK dekat rumahku. And there i am, place where i got my traumatic.



Di TK itu seperti sekolah Taman Kanak-kanak lainnya yang ingin mengajarkan kebiasaan baik kepada muridnya, namun sayangnya dengan cara yang tidak baik (setidaknya bagiku). Setiap senin di TK itu digelar upacara bendera kecil-kecilan yang melatih untuk upacara di saat Sekolah Dasar nanti. Nah yang unik setiap upacara itu kuku semua murid akan diperiksa dan bagi yang masih panjang akan dihukum berdiri di depan murid lain saat upacara. Sialnya, aku selalu berada disana, di depan murid lain tiap upacara. Setiap upacara ! Bukan aku tak berusaha, kadang aku lupa, dan kadang saat aku ingat aku juga sudah memotong kuku ku, tapi tak seperti yang diinginkan guruku :'(

Kata guruku di TK itu, memotong kuku harus benar-benar sampai bersih (tak ada putihnya), sedangkan kuku ku saat itu tidak bisa dipotong sampai sebersih yang diharapkan, karena sakit :( Jadi begitulah, aku selalu dihukum tiap senin, selalu dimarahi, selalu ditegur, dan aku pun trauma.

Awalnya aku hanya tak mau datang di hari senin, tapi guruku selalu mencariku dan menanyakan alasanku dan mengecek kuku ku di hari berikutnya. Jadi aku ketakutan, aku tak punya nyali lagi datang ke TK. Sebagai anak kecil yang belum seharusnya masuk sekolah, selalu dimanjakan, aku tak pernah dimarahi, aku syok saat itu. Aku selalu mimpi buruk tentang guruku itu, dan masih kuingat namanya Bu Aan :')

Orang tuaku selalu merayuku agar mau datang lagi ke TK itu, tapi aku punya banyak alasan, mulai dari sakit perut, ngantuk, pusing dan lain-lain. Padahal aku takut ! Hampir 4 bulan aku tak mau masuk lagi, orang tuaku mencari tau alasanku dan they got it. Mereka tak memarahiku, mereka mengerti dan akhirnya aku dipindahkan :)

Mencari TK yang baru juga tak mudah, karena aku masih trauma, jika guru yang mengetesku keliatan seram aku langsung mangkir lagi di tes penerimaan selanjutnya. Sampai budheku menitipkan ke TK yang jauuuh sekali dari rumahku, setidaknya harus naik 2 angkutan kota tapi terjamin pengajarannya tanpa kekerasan :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar