Aku dulu tak membiarkan pintu hati terbuka
Aku berdiri di belakang, takut
Kau terus mengetuk, mengetuk dan mengetuk lagi
Memberikan rasa yang bernama kepercayaan
Membuat aku perlahan membuka pintu
Kau berikan senyuman
Membuat pintu itupun kubiarkan makin terbuka lebar
Namun ternyata
Saat kedua mata saling bertatap
Tak lagi ada pintu sebagai penghalang
Kau berbalik
Kau pergi menjauh
Menjauh dalam kabut perpisahan
Aku hanya terpaku
Aku melihat kepergianmu
Aku masih tak yakin kau benar-benar pergi
Akhirnya aku menunggu
Dan sekarang aku sadar itu kebodohan
Bodoh telah menunggu
Bodoh telah terpaku
Bodoh telah percaya
Bahkan bodoh telah membuka pintu itu
Brakk !
Kututup pintu itu sekeras mungkin
Kututup
Dan tak ada lagi bayangan kepergianmu
Kututup untukmu
Kututup demi aku sendiri
Kututup dan aku menanti lagi
Tapi yang pasti
Itu bukan kamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar