Sebuah tulisan karya Aji Nur Afifatul Hasna yang sempat dibuat untuk mewakili perasaan ini :')
Ada ya laki-laki sebaik kamu.
Ada ya laki-laki sebaik kamu.
Yang dengan
setianya menungguku, yang dengan segudang perhatiannya, yang terkadang
memberatkanku karena aku tidak tahu bagaimana membalasnya.
Laki-laki itu adalah
kamu yang terus mendobrak pintu hatiku.
Tapi aku bersikeras untuk tidak membukakan pintuku untuknya.
Kamu adalah sebuah kesalahanku,
membiarkanmu terus mendobrak seperti itu adalah kesalahanku.
Aku tidak tega menyuruhmu berhenti, tapi
aku tidak mau membukanya. Terlalu banyak takut disini. Bagaimana jika aku
membuka pintu ini tapi yang terjadi adalah kita sama-sama jatuh? Sama-sama
terluka. Jangan. Aku tidak mau.
Kamu…kamu terlalu fokus untuk mendobrak,
tidak pernah mencoba untuk mengetuk. Aku membutuhkan orang yang mengetuk
pintuku lalu aku membukanya dengan pelan-pelan, melihat kesungguhannya,
kesiapannya menyambutku, sapaanya yang meyakinkanku. Mengetuk seperti itu
menghilangkan takutku.
Tapi aku tahu, kamu tipe pendobrak,
bukan pengetuk.
Jadi aku lebih memilih untuk terus
bersembunyi dibalik pintuku. Menahannya sekuat tenaga agar kamu tidak bisa
membukanya. Lebih baik kamu berhenti mendobrak, dan pergilah pada pintu yang
lain, yang lebih bisa menerimamu.***
Untuk kamu yang merasa sedang mendobrak bukan mengetuk :')
Tidak ada komentar:
Posting Komentar